Kapan Anak Dapat Dilatih Puasa?

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ibu pengasuh rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya pernah mengikuti sebuah kajian tentang pentingnya mengenalkan/melatih puasa pada anak sejak dini. Sebetulnya kapan saat yang paling tepat memulainya agar tidak mengganggu kesehatan dan tumbuh kembangnya? Dan bolehkah kita memberikan iming-iming berupa hadiah agar anak mau berpuasa.Jazakillah atas jawaban ibu.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kiki Jakarta
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Kiki yang baik,
Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka melatih anak untuk berpuasa di bulan mulia ini menjadi kewajiban bagi setiap orang tua Muslim. Para sahabat Muslimah di zaman Rasulullah SAW juga telah mengenalkan puasa kepada anak-anak. Mereka merancang kreativitas bagi putra-putrinya, khusus untuk menggembirakan hari mereka agar melupakan waktu yang terasa berjalan lambat selama berpuasa. Seperti tampak dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah SAW mengutus seseorang pada hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar dan bersabda:

“Siapa yang pagi ini shaum hendaklah ia shaum dan menyempurnakan puasanya. Maka kami pun menyempumakan puasa hari itu dan kami mengajak anak-anak kami shaum. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutra. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu sampai datang waktu berbuka.” (HR Bukhari Muslim)

Dari riwayat tersebut, kita dapat mengetahui, bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka berpuasa.

Kiki yang baik,
Banyak orang tua yang khawatir jika anak-anak mulai diajarkan puasa. Alasan mereka biasanya karena masa anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan. Dengan puasa akan mengganggu kesehatannya. Kekhawatiran ini semestinya tidak perlu terjadi, karena sifatnya hanya latihan saja, dilakukan sesuai dengan kemauan dan kemampuan anak. Dan kapan anak mulai bisa dilatih, yang pasti kalau mereka sudah mengerti apa itu puasa. Anak-anak usia Taman Kanak-kanak (4-6 tahun) sudah mulai bisa mencoba. Ikut dibangunkan saat makan sahur misalnya, dan selama sekolah tidak diperbolehkan membawa bekal. Tentu semua ini tetap dijalankan fleksibel tidak memaksa anak. Misalnya mengizinkan anak berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Kegiatan ini harus kita pahami sebagai kegiatan pelatihan, pengondisian dan penyiapan agar anak akrab dengan aktifitas ibadah. Ini adalah proses pendidikan jadi bukan hasil yang kita harapkan. Oleh karena itu kebijaksanaan yang diterapkan harus tetap fleksibel bergantung pada keadaan anak, umur, kondisi fisik dan mentalnya. Anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang, harus diperhatikan kebutuhan gizi dan tidurnya selama pelatihan berlangsung.

Kiki yang baik,
Dalam pendidikan anak, hadiah dinilai punya pengaruh positif bagi anak, antara lain akan menumbuhkan motivasi anak untuk berusaha mencapai prestasi. Hadiah akan membuat anak merasa dihargai. Ada yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan hadiah pada anak. Hadiah semestinya diberikan jika anak berhasil melakukan sesuatu, sesuai dengan standar prestasi/pencapaian tertentu berdasarkan kemampuan dan keadaan anak. Sebaiknya, standar prestasi itu dibuat berdasarkan kesepakatan yang menantang bukan yang menekan, agar anak tidak stres, nyaman dan senang melakukannya. Hadiah juga bisa diberikan saat kita punya harapan tertentu terhadap perilaku anak. Seperti saat anak dapat menjalankan puasa sesuai dengan yang kita sepakati. Hadiah disamping untuk menumbuhkan motivasi, juga merupakan ekspresi kebahagiaan dan bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua, karena anak berhasil melakukan sesuatu. Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bu khari)

Agar anak semangat dalam berlatih berpuasa, sebaiknya didekatkan dengan anak-anak lainnya yang tekun berlatih, agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya. Jauhkan dari anak-anak yang malas berlatih berpuasa. Perhatian yang intensif dan cara-cara yang bijak dalam mempersiapkan dan menjalankan puasa selama Ramadhan insya Allah akan dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa dan beribadah lain dengan gembira. Selamat berpuasa, semoga keberkahan Ramadhan akan kita dapatkan. Amiin…

Dijawab oleh: Zulia Ilmawati (Pakar Parenting Nasional)

Sumber : Tabloid MU

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *